BeritaPekanbaruPolitik

KAMMI Daerah Pekanbaru Desak PJ Wali Kota Pekanbaru untuk Membuat Forum Rakyat

“Tidaklah seorang hamba yang Allah beri amanat kepemimpinan, namun dia tidak menindaklanjutinya dengan baik, maka tidak mendapat bau surga.” (HR Bukhari).

KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Daerah Pekanbaru mengucapkan tahniah kepada Muflihun S.STP M.AP sebagai PJ Wali Kota Pekanbaru yang dilantik pada pada hari senin tanggal 23 Mei 2022. Hari senin tanggal 23 Mei 2022 merupakan hari yang bersejarah bagi kota Pekanbaru, pasalnya pada tanggal tersebut dilakukan pergantian kepemimpinan dari Wali kota yang sebelumnya diamanahkan kepada Firdaus sekarang telah beralih ke PJ Wali Kota yaitu Muflihun.

KAMMI Pekanbaru memandang pergantian Wali Kota merupakan hal yang membuat penasaran masyarakat, pasalnya dalam proses pemilihan PJ Wali kota tanpa melaksanakan mekanisme pemilihan secara langsung oleh masyarakat hal inilah yang menjadikan masyarakat bertanya-tanya tentang sosok pemimpin yang akan menahkodai Pekanbaru. Salah satu mekanisme yang biasa dilakukan dalam pemilihan kepala daerah untuk mengenalkan para calon pemimpin yaitu kampanye, pada masa kampanye tersebut akan ada pemaparan Visi Misi sehingga masyarakat mengetahui program apa saja yang akan dibuat untuk perbaikan dan kebaikan Kota Pekanbaru.

Pergantian Wali Kota ke Pj Wali Kota ini dilakukan berdasarkan Usul Gubernur dan di pilih oleh Mendagri sehingga masyarakat tidak mengetahui Visi Misi PJ Wali Kota Pekanbaru dalam menjalankan amanhnya. Maka KAMMI Pekanbaru Mendesak kepada PJ Wali Kota untuk melaksanakan forum rakyat yang mengundang berbagai elemen masyarakat agar masyarakat Kota Pekanbaru Mengetahui Visi Misi, Rancangan Strategis ataupun Grand Design Kota Pekanbaru selama di jalankan oleh PJ Wali Kota. Pergantian Wali kota ke PJ Wali kota merupakan harapan baru bagi masyarakat pasalnya banyak permasalahan Kota Pekanbaru yang harus diselesaikan segera mungkin. Permasalahan itu seperti Sampah, Banjir, Pendidikan, dan Infrastruktur.

Permasalahan sampah yang kompleks mulai dari proses pemilahan sampai kepada tempat pembuangan akhir yang tidak dikelola dengan maksimal seperti sedikitnya fasilitas tong sampah yang disediakan oleh pemerintah sehingga menyebabkan sampah menumpuk dibeberapa titik di Kota Pekanbaru, kemudian tidak adanya pengawasan yang maksimal oleh pemerintah pada setiap proses pengelolaan sampah.

Permasalahan selanjutnya yaitu banjir yang kerap terjadi setiap datangnya hujan hal ini terjadi di banyak titik kota pekanbaru sehingga mengakibatkan masyarakat terhambat ketika dalam perjalanan bahkan air yang memasuki rumah akan mengakibatkan muncul berbagai penyakit dan menyulitkan masyarakat dalam melakukan aktifitasnya. Pemerintah kota dalam menangani masalah banir ini telah memiliki master plan tetapi perlu adanya progress dan ukuran pencapaian yang jelas.

Masalah selanjutnya yaitu pendidikan yang mana SDN 01 Pekanbaru merupakan sekolah yang masuk dalam rancangan pemerintah kota untuk dilakukan alih fungsi menjadi pasar dan memindahkan murid ke berbagai sekolah dasar lainnya hal ini jelas bertentangan dengan amanat konstitusi yang menyatakan bahwa Negara harus turut dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Masalah yang selanjutnya yaitu infrastruktur terutama masih adanya jalan Kota Pekanbaru yang berlubang hal dikarenakan karena genangan air akibat banjir adapun karena adanya proyek pembuatan IPAL yang terlalu lama dalam proses pembuatannya hal ini mengakibatkan masyarakat disekitar jalan rusak tersebut terhambat dalam aktifitas ekonomi maupun yang lainnya. Atas berbagai macam permasalahan itulah harapan besar disematkan kepada PJ Wali Kota Pekanbaru untuk dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.

Maka dengan itu KAMMI Daerah Pekanbaru menyatakan sikap, mendesak PJ Wali Kota Pekanbaru untuk membuat forum rakyat guna memaparkan Visi Misi, Rancangan Strategis ataupun Grand Design untuk menyelesaikan permasalahan Kota Pekanbaru yaitu:
1. Sampah
2. Banjir
3. Pendidikan
4. Infrstruktur

Apabila tidak ada respon atau tindak lanjut atas sikap ini maka dalam kurun waktu 14 hari kerja KAMMI daerah Pekanbaru akan menyurati Mendagri untuk dilakukan evaluasi sampai pencopotan PJ Wali Kota Pekanbaru karena tidak memiliki Arah dan Tujuan dalam memimpin masyarakat Kota Pekanbaru.

KAMMI Daerah Pekanbaru akan terus menjadi mitra kritis bagi pemerintah seperti salah satu semboyannya yang menyatakan kebatilan adalah musuh abadi KAMMI.

Pekanbaru, 23 Mei 2022

Ttd

Arif Nanda Kusuma
(Ketua Umum KAMMI Daerah Pekanbaru)

Tags
Menampilkan lebih banyak

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close