AgamaBeritaNasional

Muhammad Gazali Minta Saifuddin Ibrahim Segera Ditindak, Karena Merusak Kerukunan Umat Beragama

Pekanbaru – Anggota DPD RI asal Riau, H. Muhammad Gazali, Lc sangat terusik dan menyayangkan pernyataan oknum Pendeta yang bernama Saifuddin Ibrahim atau Abraham Ben Moses, yang membuat pernyataan tidak pantas dan sangat provokatif. Dimana Saifuddin meminta agar Kementerian Agama menghapus 300 ayat Al Quran yang dinilainya menjadi sumber kekacauan.

Oleh karena itu Muhammad Gazali meminta kepada aparat keamanan dan pemerintah agar segera menangkap Pendeta Saifudin ini, karena dia telah mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang bermuatan kebencian, radikalisme, intoleran, yang bisa merusak harmoni dan kerukunan umat beragama di Indonesia.

“Orang seperti Saifuddin Ibrahim ini harus segera ditertibkan, pernyataannya jelas memuat ujaran kebencian, radikalisme, intoleran yang bisa merusak. Kalau tidak segera ditangkap, kita khawatir menimbulkan kemarahan umat Islam, sehingga dapat mengganggu kerukunan umat beragama. Kami berharap aparat segera memproses secara hukum Saifudin Ibrahim,” jelas Muhammad Gazali, (17/3/2022).

Sebagaimana diketahui Al-Qur’an adalah Kitab Suci Umat Islam. Wahyu dari Allah Subhana Wata ‘Ala. Mana mungkin ada manusia dengan pemahaman yang sangat dangkal dan terbatas dengan serta merta menganggap 300 ayat-Nya dinilai sebagai sumber kekacauan.

Perlu diketahui, Saifudin adalah pendeta yang dulunya salah seorang ustadz yang mengajar di Pondok Pesantren Az-Zaitun Indramayu.

Pada tahun 2018 dia pernah ditangkap dan dipenjara karena menghina Nabi Muhammad SAW. Dia diadili di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang dan dijatuhi hukuman penjara selama empat tahun.

Saat ini dia telah bebas namun kembali membuat ulah yang meresahkan Bangsa Indonesia yang notabene mayoritas beragama Islam. Dia membuat sejumlah pernyataan yang sangat provokatif, antara lain menyatakan:

…. Saya dukung sekali, bahkan jangan cuma mengatur suara adzan, atur juga kurikulum yang ada di madrasah sampai perguruan tinggi. Karena sumber kekacauan itu dari kurikulum yang tidak benar. Bahkan kurikulum-kurikulum di pesantren, jangan takut untuk dirombak. Ganti guru-gurunya yang. Karena pesantren itu melahirkan kaum radikal semua.

…. Bahkan kalau perlu 300 ayat yang menjadi hidup intoleran, hidup radikal dan membenci orang lain karena beda agama itu diskip atau direvisi atau dihapuskan dari Al-Quran Indonesia.

Selain itu Saifudin juga menuduh bahwa kurikulum-kurikulum di madrasah dan pesantren bahkan di Perguruan Tinggi melahirkan kaum radikal. Padahal sebagaimana kita ketahui semua, sejarah kemerdekaan Negara kita ini tidak terlepas dari jasa besar para ulama dan para santri di pesantren-pesantren.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui pernyataan-pernyataannya yang radikal antara lain bisa membuka link youtube ini (https://www.youtube.com/watch?v=Vpb3EqWaaHg0.

Tags
Menampilkan lebih banyak

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close