BeritaEkonomiNasional

Senator Asal Riau Mempertanyakan Efektifitas Kebijakan Pengendalikan Harga Migor dan Buah Kelapa Sawit

Jakarta — Anggota DPD RI asal Riau, H. Muhammad Gazali, Lc  mempertanyakan efektifitas kebijakan pengendalikan harga minyak goreng dan buah kelapa sawit petani dari pemerintah. Pasalnya hingga tiga minggu  setelah dikeluarkannya kebijakan membuka kembali kran ekspor CPO dan turunannya (sejak tanggal 22 Mei 2022), harga migor di pasaran masih juga mahal, dan harga buah kelapa sawit petani belum juga cukup terdongkrak.

Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan (PIHPS), di Provinsi Riau per Selasa 8 Juni 2022, harga migor curah masih berada pada angka Rp17.450 per kilogram. Padahal HET untuk migor curah sebesar Rp15.500 per kilogram. Sementara harga migor keemasan sebesar Rp24.150 per kilogram.

“Dengan fakta ini menunjukan bahwa kebijakan pemerintah hingga saat ini belum efektif bisa mengendalikan harga migor di pasaran”, ujar Muhammad Gazali.

Selain itu berdasarkan informasi dari perwakilan Apkasindo, harga TBS petani juga masih rendah. Rata-rata harga TBS saat ini Rp. 1.900/kg untuk petani swadaya (non mitra) dan Rp.2.240 untuk petani bermitra. Sementara harga pupuk pun belum juga turun dari kenaikan harga hingga hampir 300%. Situasi ini membuat para petani sawit berada dalam dua tekanan.

Yang mengherankan, walaupun larangan ekspor CPO dan turunannya sudah dicabut per tanggal 23 Mei 2022 lalu, namun hingga saat ini masih belum ada realisasi ekspor tersebut. Fakta ini menunjukan pada tataran teknis kebijakan pemerintah masih ada kelemahan, hingga menyebabkan terjadi kelambatan realisasi ekspor. Bisa jadi para pengusaha masih bingung atau terkendala untuk melaksanakan kebijakan pemerintah tersebut.

Oleh karena itu menurut Muhammad Gazali, sebagaimana telah disarankan sebelumnya, agar pemerintah menjalin kerjasama dengan semua stakeholder, agar harapan ibu rumah tangga dan petani sawit Indonesia segera terwujud.

“Sebaiknya Pemerintah bisa bekerja sama dengan semua stakeholders, yaitu Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit (Apkasindo), Pengusaha CPO dan para Pengusaha Minyak Goreng, untuk merumuskan konsep kebijakan maupun dalam menyusun langkah-langkah teknisnya. Hal ini sangat penting agar apa yang menjadi harapan para ibu rumah tangga dan para petani sawit di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau bisa segera terwujud”, pungkas Muhammad Gazali.

Tags
Menampilkan lebih banyak

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close