AgamaPendidikan

Tauladan Pasangan Pengantin Hafidz 30 Juz Al-Qur’an: Hanifa As Syifa & Ali Hamzah Abdurrahman

Mukjizat dan keberkahan Al-Qur’an benar-benar menakjubkan. Tak hanya pembaca dan penghafalnya saja yang mendapat keuntungan, mereka yang mengimani dan mengamalkan isi Al-Qur’an juga mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Khusus bagi para penghafal Al-Qur’an (hafidz), Allah SWT memberikan keistimewaan, salah satunya dapat memberikan syafaat kepada anggota keluarganya.

Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dari Ali Karramallaahu Wajhah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan menghafalnya, lalu menghalalkan apa yang dihalalkannya dan mengharamkan apa yang diharamkannya, maka Allah SWT akan memasukannya ke dalam Surga dan Allah menjaminnya untuk memberi syafaat kepada sepuluh orang keluarganya,” (HR Imam Ahmad dan Tirmidzi).

Dalam Kitab Fadhail Qur’an karya Syeikh Maulana Zakariyya Al-Kandahlawy dijelaskan, Hafidzh Qur’an memiliki keutamaan masuk surga pertama kali. Bahkan seorang Hafidz Qur’an dapat memberi syafaat kepada sepuluh orang yang fasik dan banyak berbuat dosa besar, tetapi tidak untuk kaum musyrikin.

Kemudian, Syafaat seorang Hafidz hanya terbatas bagi kaum muslimin yang harus masuk neraka karena dosa-dosa mereka. Karena itu, barangsiapa ingin selamat dari api neraka, sedangkan ia bukan seorang hafidz dan tidak mampu menjadi seorang hafidz, maka sekurang-kurangnya hendaklah ia berusaha menjadikan salah seorang di antara keluarganya atau kerabatnya hafidz Qur’an .

Di samping itu, ia sendiri harus selalu berusaha menjauhi segala dosa sehingga terhindar dari azab. Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Thabrani dari Anas RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa mengajarkan anaknya membaca Al-Qur’an , maka dosa-dosanya yang akan datang dan yang telah lalu akan diampuni. Dan barangsiapa mengajarkan Al-Qur’an pada anaknya sehingga menjadi Hafidz Qur’an, maka pada hari Kiamat ia akan dibangkitkan dengan wajah yang bercahaya seperti cahaya bulan purnama, dan dikatakan kepada anaknya:

“Mulailah membaca Al-Qur’an!” Ketika anaknya mulai membaca satu ayat Al-Qur’an , maka ayahnya dinaikkan satu derajat, demikian terus ditinggikan derajatnya hingga tamat bacaannya,”.

Maka, kabar gembira bagi para orang tua yang mengajari anaknya membaca Al-Qur’an Al-Karim . Allah SWT akan memberi ganjaran dan pahala besar bagi para orangtua yang sabar mengajarkan Kitabullah kepada anaknya. Hakim meriwayatkan dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya, maka akan dipakaikan kepadanya sebuah mahkota yang terbuat dari nur (cahaya). Dan kedua orang tuanya akan dipakaikan dua pasang pakaian yang sangat indah tiada bandingnya di dunia ini”.

Dalam Kitab Jam’ul Fawa’id terdapat sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Thabrani dari Anas RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa mengajarkan anaknya membaca Al-Qur’an , maka dosa-dosanya yang akan datang dan yang telah lalu akan diampuni. Dan barangsiapa mengajarkan Al- Qur’an pada anaknya sehingga menjadi Hafizh Qur’an, maka pada hari Kiamat ia akan dibangkitkan dengan wajah yang bercahaya seperti cahaya bulan purnama, dan dikatakan kepada anaknya: “Mulailah membaca Al-Qur’an !” Ketika anaknya mulai membaca satu ayat Al-Qur’an , maka ayahnya dinaikkan satu derajat, demikian terus ditinggikan derajatnya hingga tamat bacaannya”.

Demikianlah keutamaan bagi orang tua yang mengajari anaknya membaca Al-Qur’an. Hal itulah yang memotivasi H. Hendry Munief, MBA dan istrinya dr. Hj Arnita Sari mendidik putri tercintanya Hanifa As-Syifa menjadi seorang Hafidzah.

Begitu pula dengan Capt. H. Purbolaksito dan istrinya Hj Krismarita, S.Pd.I mendidik putra tercintanya Ali Hamzah Abdurrahman menjadi seorang Hafidz.

Sehingga Allah SWT menunjukkan kuasanya dengan mempertemukan sepasang anak muda yang merupakan hafidz dan hafidzoh 30 juz untuk mengarungi kehidupan bersama.

Tepat di tanggal 30 Juli 2022 bertempat di Gedung SKA Co Ex jalan Soekarno Hatta Kota Pekanbaru, Riau. Hanifa As-Syifa dan Ali Hamzah Abdurrahman melangsungkan resepsi pernikahan, mengikat janji suci, menjadi pasangan suami istri yang sah.

Pernikahan pasangan Hafidz Al-Qur’an 30 Juz ini disaksikan langsung oleh Dzurriyah (keturunan) Rasulullah SAW, yaitu Ketua Majelis Syuro DPP PKS Al-Habib Dr. H. Salim Segaf Al-Jufri, sekaligus menjadi saksi dan memberikan taujih pernikahan

Dr. Salim (sapaan akrab Salim Segaf Al-Jufri ) merupakan lulusan S1 hingga S3 di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi

Dr. Salim adalah cucu dari pejuang pendidikan sekaligus ulama yang berpengaruh di Palu Provinsi Sulawesi Tengah bernama Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri. Ia lebih dikenal dengan sapaan Guru Tua dan dialah pelopor berdirinya Yayasan Al-Khairaat. Pada tahun 2014, nama Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri bahkan telah digunakan sebagai nama bandara di Palu, Sulawesi Tengah untuk mengenang jasa-jasanya dulu.

Pernikahan pasangan Hafidz Qur’an itu juga dihadiri Gubernur Provinsi Riau Drs. Syamsuar yang turut menjadi saksi bersama Al-Habib Dr. H. Salim Segaf Al-Jufri

Semoga tulisan ini memotivasi kita untuk menjadikan dan mendidik anak kita menjadi hafidz dan hafidzah.

Tags
Menampilkan lebih banyak

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close